Korban Berjatuhan, Dilema Darurat Gizi Buruk dan Campak di Asmat

Posted on

Mencuatnya kasus ini memancing reaksi keras dari berbagai masyarakat. Salah satu yang paling lantang berbicara adalah Nihayatul Wafiroh, anggota Komisi IX DPR RI dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa.

Menurut Nihayah, bencana kesehatan yang terjadi di Asmat telah melukai hati bangsa Indonesia dan menjadi bukti bahwa hak dasar warga Indonesia berupa akses kesehatan belum juga terpenuhi.

Melalui akun Twitternya, Nihayah yang berasal dari daerah pemilihan Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, mendesak agar Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Kesehatan bertindak cepat supaya tidak ada lagi korban berjatuhan.   

“Imunisasi Dasar Lengkap (IDL) di Indonesia tdk pernah mencapai 100%, paling tinggi sktr 91%, berarti masih byk Indonesia yg tdk mendpt imunisasi,” cuit Nihayah lewat Twitter @ninikwafiroh, Sabtu (13/1/2018).

Nihayah sangat menyayangkan sikap lamban pemerintah dalam menangani kasus berat seperti ini. Padahal, ia telah berulangkali mengingatkan pemerintah agar pelayanan kesehatan harus terdistribusi merata kepada seluruh warga Indonesia.

“Tdk tepat hanya menyalahkan masyarakat, coba dianalisis jg tntg tindakan yg pemerintah lakukan utk antisipasi. Selama ini pemerintah msh fokus sbg pemadam kebakaran blm pd pencegahan,” sambungnya. 

Tentu bukan alasan logis dan rasional ketika pemerintah hanya menyalahkan masyarakat atas lemahnya pemenuhan hak dasar kesehatan. Nihayah berujar, langkah antisipatif pemerintah selama ini justru sangat minim, bahkan nyaris tidak optimal.

Berkaca pada kasus campak yang terjadi di Asmat, Nihayah menyayangkan minimnya fasilitas kesehatan yang ada.

“Di asmat jumlah penduduk lbh dr 90rb jiwa dan 31.983.60 km persegi, hanya punya 1 RS dan 13 Puskesmas, mustahil masyarakat Asmat dpt terpenuhi hak dasar kesehatannya,” lontarnya.

 

Sumber : Liputan 6.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *